Asslamualaikum warahmatullahi wabarakatuh . . .
postingan ke tiga kalau tidak salah,,,
ber'urusan dengan para remaja memang mengasyikkan,,, berusaha memahami pemikiran mereka, dengan segala kerumitan dan ke-aktifan mereka benar-benar menyenangkan. . . .
masa-masa indah kata orang adalah masa-masa SMA, apakah sepenuhnya benar? tergantung orangnya juga, kalau saya semua masa itu indah, karena itu perjalanan yang amat sangat membekas dalam ingatan, bagian dari sejarah
eia, kembali lagi dengan masa-masa Abegeh, di SMA. ketika dulu di sekolah negeri berbeda banget dengan sekolah tempat aku berbagi ini. Sekolah Islam dengan segala aktivitasnya, benar-benar hebat ku rasa. Mendidik anak2 "GILA" dengan segala problematika dan sikapnya menjadi tantangan yang amat menantang.
Iya, dari segi problem hidup, anak yang ada di SMAIT Nur Hidayah memang tak jauh berbeda dengan anak2 negeri pada umumnya. cinta khas remaja, kenakalan2 mereka, keinginan untuk disegani, itu sama dengan remaja seusia mereka. namun apa yang membuat mereka "Gila" inilah yang membuat guru seperti saya merasa saya bukan apa2.
iya, siswa-siswiku yang ada di sini "GILA", mereka berusaha membuat diri mereka berbeda
GILA, karena mereka berusaha membuat diri mereka berprestasi,
GILA, karena mereka bukan remaja biasa yang suka keluyuran malem2, gandengan dengan pacar di mall, atau mojok ditaman (sekaan dunia milik berdua, yang lain numpang :) ) mereka adalah remaja yang punya target Hafalan Quran
GILA, karena mereka bukan remaja biasa yang suka keluyuran malem2, gandengan dengan pacar di mall, atau mojok ditaman (sekaan dunia milik berdua, yang lain numpang :) ) mereka adalah remaja yang punya target Hafalan Quran
GILA, karena mereka memang amat sangat special, mereka adalah remaja yang amat mencintai Al Quran, dan kami berharap mereka akan mencintai Al Quran selamanya . . .
Menjadi "GILA" bukan berarti dengan konotasi negatif khan? karena GILA mereka adalah ke-GILA-an yang sepatutnya dicontoh oleh remaja yang lain, bukan remaja yang biasa, yang melihat para Artis sebagai acuannya, tapi Remaja, yang Menjadikan Rasulullah menjadi Idolanya :)

nice...:)
BalasHapus